Foto : Humas Jateng
SEMARANG, SUARASOLO.id— Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang diperkirakan bakal memicu perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Angka fantastis ini diproyeksikan terjadi selama rangkaian acara yang berlangsung pada 11–20 September 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa estimasi tersebut merupakan hasil kalkulasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Lonjakan ekonomi ini didorong oleh kedatangan ribuan peserta dan pengunjung dari seluruh penjuru Indonesia.
“Kita berharap ada Rp1,2 triliun. Kita menghitung dengan BPS kemarin,” ujar Taj Yasin usai Rapat Checking Terakhir Kesiapan MTQ Nasional XXXI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026).

Menurut Taj Yasin, tingginya lonjakan transaksi ekonomi disebabkan oleh kebutuhan mendasar ribuan kafilah, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, hingga oleh-oleh khas daerah.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemprov Jateng juga menyiapkan serangkaian acara pendukung, seperti bursa kerja (job fair), pameran produk UMKM, dan pentas budaya. Para kafilah juga akan diarahkan untuk mendatangi berbagai destinasi wisata di Kota Semarang dan sekitarnya.

Salah satu agenda yang ikut diperpanjang adalah Festival Kota Lama Semarang. Festival tersebut akan berlangsung hingga rangkaian MTQ Nasional selesai, sehingga diharapkan menjadi salah satu pilihan aktivitas bagi para tamu dari berbagai daerah.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, pemerintah juga menyiapkan titik-titik kumpul untuk memudahkan kafilah yang ingin berwisata. Dengan demikian, keberadaan ribuan tamu di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi perlombaan, tetapi turut memberi dampak kepada pelaku usaha dan sektor pariwisata.

Dari sisi penyelenggaraan, Taj Yasin menyebut persiapan MTQ Nasional secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90 persen. Sebanyak 12 venue perlombaan juga telah ditata dan dipersiapkan untuk digunakan.
Selain peserta, jumlah keseluruhan orang yang telah dikonfirmasi hadir dalam rangkaian MTQ mencapai sekitar 7.000 orang. Jumlah tersebut mencakup peserta, official, pendamping, serta unsur lainnya.

Taj Yasin mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan keterlambatan kedatangan kafilah, khususnya karena sebagian besar peserta akan transit melalui Jakarta. Koordinasi dilakukan dengan pihak bandara, maskapai, dan operator transportasi lainnya.
Hingga Rabu 9 September, seluruh jadwal penerbangan yang telah dikonfirmasi masih berjalan sesuai jadwal. Pemerintah juga memastikan kesiapan kedatangan kafilah yang menggunakan kereta api maupun kendaraan darat.
Dari sisi kompetisi, Jawa Tengah akan mengirimkan kafilah untuk bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi. Pemprov Jateng menargetkan kafilahnya dapat menembus tiga besar nasional.
“Target kita yang pertama sukses pelaksanaan MTQ ke-31 ini, memberikan pelayanan terbaik buat para kafilah. Yang kedua dari perlombaan, kita targetkan paling tidak masuk tiga besar,” kata Taj Yasin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad memastikan perangkat perlombaan MTQ Nasional telah disiapkan secara penuh.
Menurut dia, penetapan peserta, dewan hakim, panitera, hingga perangkat perlombaan lainnya telah mencapai 100 persen. Kementerian Agama juga menyiapkan majelis kode etik untuk mengantisipasi persoalan selama perlombaan.
Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori yang dipertandingkan. Panitia juga telah menyiapkan 5.257 butir soal.
“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ujar Abu Rokhmad.
MTQ Nasional tahun ini juga menghadirkan sesuatu yang baru, yakni eksibisi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli. Sebanyak 24 peserta dari berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan mengikuti eksibisi tersebut.
Abu Rokhmad mengatakan, eksibisi tersebut menjadi langkah awal untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan MTQ.
Kementerian Agama berencana mengembangkan eksibisi tersebut menjadi salah satu cabang lomba resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
VA PAULO /*

